Minggu, 07 Oktober 2012

Tidak di Anjurkan Poligami Tanpa Izin Dari Istri Yang Pertama


Janganlah engkau memaksa istri-istrimu untuk dimadu, jikalaulah mereka tiada rela. Jika engkau bersikeras jua dengan segala kehendakmu niscaya tentulah kamu cenderung kepada golongan orang-orang yang berbuat aniaya kepada istri-istrimu, sedang aniaya itu adalah suatu pekerjaan syaithan dan lagi adalah suatu jalan yang buruk bagimu jika engkau mengetahui.

Firman ALLAH Ta’ala :
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. An-Nisaa’ : 003.
Dan adalah ridhonya seorang istri jika ia dimadu olehmu adalah ridho daripada ALLAH jua, sedang ketidak ridhoanistrimu yang karenanya kamu membuang dirinya oleh karena perselisihan diantara kamu niscaya murka ALLAH – jualah bagimu. Ketahuilah olehmu, bahwasanya yang terlebih baik lagi mulia bagimu adalah dengan memikirkan masa depan anak-anakmu. Janganlah engkau buat mereka malu disisi ALLAH dan disisi manusia dikarenakan akibat daripada perbuatanmu. Sedang anak-anakmu itulah tanggung jawabmu dan lagi adalah karena mereka itu amanah lagi titipan daripada ALLAH Ta’ala agar kamu sekalian mencukupi kebutuhan hidup, iman, akhlak lagi ilmu daripada mereka kecuali jika mereka telah dewasa sedang kamu telah terbebas pula perihal tanggung jawabmu atas diri-diri mereka. Maka sekali-kali..janganlah seorang juapun diantara kamu melihat istrimu yang sudah menua, sedang kecantikannya yang dahulu kini tiadalah sehingga hatimu cenderung  pada wanita yang lebih muda dan lebih baik parasnya sebagaimanakecenderungan hawa nafsumu pada dunia dan bukan pada akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar